Mati Syahid Saat Kecelakaan Di Masjidil Haram

Mati Syahid Saat Kecelakaan Di Masjidil Haram

Kecelakaan yang terjadi di masjidil haram merupakan suatu musibah yang di berikan oleh allah pada hambanya ,kenapa demikian ? dengan adanya kecelakaan tersebut banyak dari sebagian jemaah haji yang mati syahid , di kutip dari status facebook kang Kang Giri Ibnu Hamdan menurut beliau sebagai berikut :
kecelakaan masjidil haram
KITA, PATUT CEMBURU DENGAN KEMATIAN PARA JAMA'AH HAJI YG MENINGGAL DI MASJIDIL HARAM ?
Alfaqir, tidak menganggap musibah dimasjidil haram kemarin sebagai musibah biasa, namun kecelakaan terjatuhnya alat berat (crane) peristiwa tersebut merupakan bentuk kasih sayang Allah dalam bentuk "musibah" kepada para tamu tamu-Nya.
Bagi yang luka luka, Insyaalloh, Jika ia bersabar Allah akan melibat gandakan kebaikan-nya, dan di catat sebagai orang mulia di sisi-NYA.
Bagi jama'ah yang meninggal dunia ? Insyaalloh, mereka adalah adalah orang orang yang mati syahid di jalan Allah. ( para ulama menyebutnya dengan istilah syahid akhirat, yakni orang yg meninggal dunia karena " Shohibul hadmi" yakni orang yang meninggal karena reruntuhan bangunan sebagimana hadits yg diriwayatkan oleh HR. Abu Daud 3111 )
Bukankah Mereka meninggal dalam keadaan yang sangat sangat baik, Yakni :
1. Meninggal dunia dalam keadaan tertimpa reruntuhan/ terkena bencana
2. Meninggal dunia pada hari jumaat.
3. Meninggal dunia di Masjidil Haram ( Kota Nabi )
4. Meninggal dunia dalam kondisi akan mengerjakan ibadah Umrah/haji.
5. Meninggal dunia dalam keadaan memakai kain ihram dan sebagainya.
Ini bukan suatu hal yang biasa, Seharusnya kematian mereka harus kita cemburui. kita sendiri belum mengetahui keadaan kita, ketika kita menemui ajal kita masing masing. kita mati dalam keadaan membawa iman - tidak, sakit atau sehat, di rumah atau di majlis ilmu, Wallohu A'lam.
Semoga kita meninggal dunia dalam keadaan syahid. sebagaimana Ketika Khalifah Umar radhiyallahu ’anhu sedang wukuf di Arafah ia membaca doa :
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَوَفَاةً بِبَلَدِ رَسُولِكَ
“Ya Allah aku mohon mati syahid di jalanMu dan wafat di negeri RasulMu (Madinah)” (HR Malik 878)
مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ
“Barangsiapa memohon dengan jujur kepada Allah agar mati syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para syuhada walaupun ia mati di atas ranjangnya.” (HR Muslim 3532)
Amin Amin Amin .
Bukankah Mereka meninggal dalam keadaan yang sangat sangat baik, Yakni :1. Meninggal dunia dalam keadaan tertimpa reruntuhan/ terkena bencana2. Meninggal dunia pada hari jumaat.3. Meninggal dunia di Masjidil Haram ( Kota Nabi )4. Meninggal dunia dalam kondisi akan mengerjakan ibadah Umrah/haji.5. Meninggal dunia dalam keadaan memakai kain ihram dan sebagainya.Ini bukan suatu hal yang biasa, Seharusnya kematian mereka harus kita cemburui. kita sendiri belum mengetahui keadaan kita, ketika kita menemui ajal kita masing masing. kita mati dalam keadaan membawa iman - tidak, sakit atau sehat, di rumah atau di majlis ilmu, Wallohu A'lam.Semoga kita meninggal dunia dalam keadaan syahid. sebagaimana Ketika Khalifah Umar radhiyallahu ’anhu sedang wukuf di Arafah ia membaca doa :اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ شَهَادَةً فِي سَبِيلِكَ وَوَفَاةً بِبَلَدِ رَسُولِكَ“Ya Allah aku mohon mati syahid di jalanMu dan wafat di negeri RasulMu (Madinah)” (HR Malik 878)مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ“Barangsiapa memohon dengan jujur kepada Allah agar mati syahid, maka Allah akan sampaikan ia kepada kedudukan para syuhada walaupun ia mati di atas ranjangnya.” (HR Muslim 3532)Amin Amin Amin .

Demikian saat kita melaksanakan ibadah ,allah memberikan keistimewaan meniggal dengan cara syahid ,semoga kita di berikan keberkahan dan selalu ada di jalan kebenaran .

No comments

Silahkan berikan opini atas artikel saya jika ada saran silahkan sampaikan melalui komentar

Advertiser